Latest News

Sebagai Ummat Muslim, Marilah Kita Lebih Meningkatkan Ibadah Kepada Allah SWT, Mematuhi Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya. WebLog ini Kupersembahkan Kepada Ayahanda dan Ibunda Tercinta H. Hamma Ali Mona dan Hj. Hamidah. Semoga Segala Amalan Beliau Diterima dan Mendapatkan Tempat yang di Ridhai serta Kasih-Sayang dari Allah SWT. Amin... Jika berkenan, marilah kita membacakan Surah Al-Fatihah untuk Beliau... Termakasih
Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe

Subscribe


Popular Post


    Sebagai Ummat Muslim, Marilah Kita Lebih Meningkatkan Ibadah Kepada Allah SWT, Mematuhi Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya. WebLog ini Kupersembahkan Kepada Ayahanda dan Ibunda Tercinta H. Hamma Ali Mona dan Hj. Hamidah. Semoga Segala Amalan Beliau Diterima dan Mendapatkan Tempat yang di Ridhai serta Kasih-Sayang dari Allah SWT. Amin... Jika berkenan, marilah kita membacakan Surah Al-Fatihah untuk Beliau... Termakasih
    Archive: Showing posts with label Sakaratul Maut. Show all posts
    Assalamu'alaikum wr wb.

    Iblis laknatullah memang tidak akan pernah menyerah untuk menyesatkan manusia. Bahkan pada saat detik-detik terakhir hidupnya manusia, iblis datang dengan membawa 7 golongan dengan tujuan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka.

    Kisahnya

    Tak ada yang bisa selamat dari godaan iblis ini, KECUALI atas izin Allah SWT.
    Oleh karena itulah kita senantiasa harus ingat akan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan Allah SWT dari godaan iblis yang terkutuk.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut,
    "Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari tipuan setan di waktu sakaratul maut."

    7 Golongan Penggoda Manusia Saat Sekarat

    Ketika manusia sedang dalam keadaan sakaratul maut, ia akan menemui7 golongan iblis yang akan mengajak kesesatan.
    Siapa saja mereka.

    Golongan pertama adalah iblis yang datang dengan berbagai rupa aneh seperti emas, perak dan lain sebagainya.
    Golongan kedua adalah iblis yang datang dengan menyerupai binatang buas seperti harimau, srigala, dan ular yang berbisa.
    Golongan ketiga adalah iblis yang menyerupai binatang kesayangannya.

    Sedangkan golongan yang ke empat aadalah iblis yang menyerupai orang yang paling dibenci oleh orang yang akan mati itu.
    Pada saat iblis datang, bisa dipastikan orang yang akan mati itu akan bereaksi dan mati tanpa mengingat Allah SWT.

    Kelompok ke lima adalah iblis datang dengan menyerupai sanak saudarany seperti ayah dan ibunya sambil membawakan makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa orang yang dalam keadaan sakaratul maut itu sangat dan sangat mengharapkan makanan dan minuman karena saking dahaganya keadaan itu.
    Dengan begitu oang itu akan mengambil makanan dan minuman dari iblis yang menyerupai ayah dan ibunya.

    Rombongan ke enam adalah iblis yang menampakkan diri sebagai ulama-ulama yang membawa banyak kitab sambil berkata,
    "Wahai muridku, ternyata kamu sedang sakit di sini, karena itu aku bawakan kamu dokter dan obat-obatan."

    Tanpa pikir panjang, orang itu langsung meminum obat itu. Seketika sakitnya hilang, namun kemudian kambuh lagi.
    Setelah itu, iblis berkata,
    "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasehat agar kamu mati dalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah SWT?"
    "Aku tidak tahu,"jawab orang yang sekarat itu.

    Ternyata Hanya Tipuan Iblis

    "Ketahuilah,aku ini adalah seorang ulama yang sangat hebat. Kami baru saja kembali dari alam gaib dan telah mendapatkan surga tertinggi. Cobalah kamu lihat surga yang akan disediakan untukmu. Kalau kamu ingin mengetahui zat Allah SWT, maka patuhilah kami, "ucap iblis.

    "Bagaimana Zat Allah itu? "tanya orang yang sekarat itu.
    "Tunggulah sebentar lagi, dinding dan tirai akan dibukakan kepadamu, "jawab iblis.

    Ketika tirai yang berwarna warna itu dibuka selapis demi lapis, maka orang yang dalam keadaan sekarat itu pun dapat melihat sebuah benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
    "Itulah dia Zat Allah SWT yang patut kita sembah, "jawab iblis.

    "Wahau guruku, bukankah ini adalah hanya benda yang benar-benar sangat besar saja dan memiliki enam sisi seperti benda lain, atas bawah, kanan kiri dan depan belakang. Padalah Zat Allah SWT tidak menyerupai makhluk, Dia Maha Sempurna, Maha Suci dari sifat kekurangan. Tapi sekarang ini pula keadaannya, lain dari dari yang aku ketahui dulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini, "ujar orang yang sedang sekarat itu.

    Dalam posisi penuh keraguan seperti itu, tiba-tiba Malaikat Maut datang dan terus mencabut nyawanya.
    Maka matilah orang itu dalam keadaan kafir dan kekal di dalam neraka.

    Rombongan yang ke tujuh atau yang terakhit adalah rombongan iblis yang datang dengan 72 barisan yang mengajak manusia tersesat di akhir hayatnya.

    Astaghfirullah...

    Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan Khusnul Khatimah.
    Amiiin...

    Wa'alaikum salam wr wb.
    Kisah yan satu ini bersumber dari hadits-hadits yang ada di bawah ini.
    Ketahuiah bahwa kita tidak mengetahui kapan saatnya nanti nyawa harus berpisah dengan badan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya segera memperbanyak amal ibadah di dunia sebagai bekal di akhirat nanti.

    Mutlak rasanya sebagai orang yang beriman (rukun iman ada 6) untuk mempercayai pada yang gaib, termasuk ruh manusia nanti setela lepas dari raganya. Mutlak juga percaya akan ketetapan Allah SWT pasti akan terjadi menurut Kehendak-Nya.

    Hadits yang berasal dari Al-Barra bin Azib ra telah meriwayatkan


    "Kami keluar bersama Rasulullah SAW untuk mengurusi jenazah seorang laki-laki dari kalangan sahabat Anshar. Kemudian kami sampai di kuburan yang belum digali. Lalu Rasulullah SAW duduk dan kami pun duduk di sekeliling beliau seakan-akan kepala kami dihinggapi burung."

    Beliau Rasulullah SAW bersabda,
    "Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah SWT dari siksa kubur." (sebanyak dua kali atau tiga kali).

    Kemudian beliau bersabda lagi,
    "Sesungguhnya seorang hamba yang beriman jika terpisah dari dunia dan menuju ke akhirat, niscaya dia didatangi malaikat dari langit yang wajahnya putih bagaikan mentari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga, lalu duduk di dekatnya. Selanjutnya datanglah malaikat maut dan duduk di samping kepalanya.

    Malaikat maut itu berkata,
    "Wahai jiwa yang baik. Keluarlah menuju ampunan Allah SWT dan ridha-Nya."
    Kemudian nyawanya pun keluar dan mengalir sebagaimana mengalirnya tetesan air dari wadahnya. Ketika malaikat mengambil nyawanya, maka dia tidak membiarkan nyawa tersebut berada di tangannya sekejap mata pun, melainkan mereka meletakkannya di dalam kafan dan wewangian tersebut. Dan dari nyawanya tersebut muncul keharuman bagaikan minyak kasturi terharum yang ada di muka bumi."


    Rasulullah SAW melanjutkan Kisahnya

    Nabi SAW melanjutkan kisahnya,
    "Kemudian mereka membawa nyawa tersebut naik. Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, ‘Ruh siapakah yang wangi ini?’ Mereka menjawab, "Ruh fulan bin fulan," dengan menyebut nama terbaik sebagaimana dia bisa dipanggil di dunia.

    Sehingga para malaikat yang membawa nyawa tersebut sampai di langit dunia, lalu mereka meminta agar dibukakan pintu nyawa tersebut. Kemudian dibukakan pintu untuknya. Selanjutnya malaikat muqarrabun dari masing-masing langit mengantarkannya sampai ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh. Lantas Allah SWT berfirman,
    "Tulislah buku catatan amal hambaku ini di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi, ke tanah sebagaimana dahulu Aku menciptakan mereka dari tanah, dan dari sanalah Aku akan mengeluarkan mereka pada waktu yang lain."

    ROH ORANG BERIMAN

    Beliau Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya,

    "Selanjutnya ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat, lalu keduanya mendudukkannya dan bertanya kepadanya,
    "Siapa Rabbmu?" Dia menjawab, "Rabbku adalah Allah SWT."
    Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Agamaku Islam."
    Keduanya melanjutkan, "Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?" Dia menjawab, "Dia adalah Rasulullah SAW."

    Keduanya bertanya lagi,
    "Apa yang menyebabkanmu mengetahuinya?" Dia menjawab, "Saya membaca kitab Allah, lalu saya beriman kepadanya dan membenarkannya."
    Lantas di langit ada yang mengumandangkan, "Hambaku benar. Hamparkanlah untuknya permadani dari surga, berilah dia pakaian dari surga dan bukakan untuknya pintu ke arah surga, lalu didatangkan padanya angin dan semerbak keharuman surga."

    Kemudian kuburnya dilapangkan sebatas mata memandang. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, dan harum baunya.
    Ia berkata,
    "Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang membuatmu gembira. Ini adalah harimu yang telah dijanjikan untukmu."
    Lantas dia bertanya kepadanya, "Kamu ini siapa? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kebaikan."
    Dia menjawab, "Saya adalah amal kebajikanmu." Lalu dia berkata, "Ya Rabbi... Datangkanlah hari kiamat sehingga saya dapat kembali pada keluargaku dan hartaku."

    ROH ORANG KAFIR

    Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya,

    "Sesungguhnya hamba yang kafir apabila terpisah dari dunia dan menuju akhirat, maka turun kepadanya malaikat dari langit yang wajahnya hitam. Mereka membawa pakaian yang kasar, lalu mereka duduk di dekatnya. Selanjutnya malaikat maut datang hingga duduk di samping kepalanya, lalu dia berkata, ‘Wahai jiwa yang buruk! Keluarlah menuju murka dan kemarahan Allah SWT."

    Lalu jiwanya terpisah-pisah di dalam jasadnya.
    Selanjutnya malaikat mencabutnya sebagaimana mencabut besi yang digunakan membakar daging dari bulu domba yang basah.
    Kemudian malaikat mengambil nyawanya. Ketika dia telah mengambilnya, maka dia tidak membiarkan nyawa itu berada di tangannya meskipun sekejap mata melainkan mereka menaruhnya pada pakaian yang kasar itu. Dan dari nyawa tersebut keluar bau bagaikan bau bangkai paling busuk yang ada di muka bumi. Lalu mereka membawa nyawa tersebut naik.

    Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, "Ruh siapakah yang busuk ini?" Mereka menjawab, "Ruh fulan bin fulan," dengan menyebut nama terjelek sebagaimana dia biasa disebut di dunia, sehingga dia sampai ke langit dunia.
    Lalu dimintakan agar dibukakan pintu untuk nyawa tersebut, tetapi tidak dibukakan pintu untuknya.

    Selanjutnya Rasulullah SAW membaca ayat berikut:

    إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

    Artinya:
    "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan."
    (QS. Al-A’raf: 40)

    Kemudian Allah berfirman, "Tulislah buku catatan amalnya di dalam Sijjin di bumi yang paling rendah. Maka, ruhnya dilemparkan begitu saja, kemudian Allah berfirman,

    حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

    Artinya:
    "dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."
    (QS. Al-Hajja: 31)

    Selanjutnya, ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat.
    Lalu keduanya bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Dia menjawab, "Aduh, aduh...! Saya tidak tahu."
    Lantas keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Aduh, aduh...! Saya tidak tahu."
    Keduanya melanjutkan, "Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?" Dia menjawab, "Aduh, aduh...! Saya tidak tahu."

    Kemduian di langit ada yang mengumandangkan, "Dia dusta. Hamparkanlah untuknya tempat tidur dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke arah neraka, lalu didatangkan padanya panas neraka dan angin panas neraka. Kemudian kuburnya disempitkan sehingga tulang rusuknya menjadi bersilangan. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang buruk wajahnya, jelek pakaiannya, dan berbau busuk.

    Dia berkata, "Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang menyusahkanmu. Ini adalah harimu yang telah diancamkan untukmu."
    Lantas dia bertanya kepadanya, "Kamu ini siapa? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan buruk."
    Dia menjawab, "Saya adalah amal burukmu." Lalu dia berkata, "Ya Rabbi...! Jangan datangkan hari kiamat...!"

    (HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih).

    Assalamu'alaikum wr.wb.

    Kisah Teladan Islami Kembali Berkisah tentang Kebesaran Allah SWT


    Bagaimana mungkin keledai yang sudah mati seabad lamanya bisa hidup lagi. Tentu bisa sahabat, karena Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apalgi menghidupkan keledai, menghidupkan banyak keledai saja juga bukan hal mustahi buat Allah SWT.

    Pada kesempatan sore ini, admin Kisah Teladan Islami ingin mengisahkan tentang keledai tersebut.
    Tapi sebelumnya, admin ingin sekali bertanya, "sebenarnya kisah apa yang paling Anda sukai, dan tolong kalau ada waktu dikasih tahu kita-kita di sini ya, bisa via komentar di blog ini maupun di Fan Pages, apakah kisah jin, mukjizat, nabi atau yang lainnya."

    Nah, saatnya berkisah Yuk.
    Sumber utama Surat Al-Baqarah ayat 259.


    Kisahnya

    Dahulu kala, ada seorang Nabi yang bernama Nabi UZAIR as. Beliau adalah nabi yang tidak begitu terkenal diantara nabi-nabi Bani Isarel. Beliaulah nabi yang telah menjaga Taurat, sekaligus berusaha menjaga keasliannya.

    Pada suatu hari, terjadilah peristiwa yang sangat mengagumkan pada dirinya.
    Di suatu desa dimana Nabi Uzair tinggal, tiba-tiba saja cuaca menjadi sangat panas, dan orang-orang pun merasa terbakar kulitnya.
    Nabi Uzair pun demikian, beliau memiliki kebun yang berada jauh dari tempat tinggalnya dan berfikir bahwa kebunnya pasti sangat ingin diairi.

    Insan yang saleh tersebut lantas pergi untuk mengambil air dengan mengendari seekor keledai. Setelah mendapatkan air, beliau segera pergi ke kebunnya untuk menyirami tanaman. Dan tak lupa, saat itu juga ia memetik beberapa buah Tin dan Anggur. Setelah selesai, beliau pun melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang.

    Namun di tengah perjalanan, Nabi Uzair melihat keledainya terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Beliau memutuskan untuk mencari tempat untuk beristirahat, dan tepat di sebuah lokasi makam, muncullah ide untuk beristirahat sejenak. Nabi Uzair turun dari keledainya dan mengikatnya di sebuah tempat.

    Nabi Uzair Dimatikan


    Kemudian Nabi Uzair duduk sambil menyandarkan punggungnya ke dinding sambil agak meluruskan kakinya. Sejenak beliau melihat sekeliling, tampak olehnya tempat itu hancur berantakan, rumah-rumah roboh dan hanya sedikit saja tumbuhan yang tumbuh.
    Tak menyadari, Nabi Uzair berguman dalam hati,
    "Subhanallah...Bagaimana Allah SWT menghidupkan semua ini setelah kematiannya?"
    "Lalu bagaimana Allah SWT menghidupkan tulang-belulang ini setelah kematiannya?" gumannya dalam hati.

    Bukan bermaksud menyangsikan kemampuan Allah SWT atas apa yang dikendakinya, hanya saja Nabi Uzair as berpikir tentang rasa takjub yang begitu dalam, kagum akan kebesaran Allah SWT.

    Tak berselang lama, turunlah Malaikat Maut yang diutus oleh Allah SWT dan mencabut nyawa Nabi Uzair saat itu juga. Sementara itu, keledaqi Nabi Uzair akhirnya mati kelaparan.

    Penduuk desa yang mengetahui sudah beberapa hari tidak mengetahui kabar Nabi Uzair, mereka berbondong-bondong mencari Nabi Uzair sampai ke pelosok desa. Namun yang mereka dapatkan adalah nihil. Seakan Nabi Uzair hilang begitu saja tanpa bekas. Orang yeng terakhir melihat Nabi Uzair pun berturur,
    "Aku melihat Nabi Uzair pergi ke kebunnya dengan mengendari seekor keledai."
    Mereka akhirnya mencari ke kebun Nabi Uzair dan hasilnya tetap saja nihil.

    Nabi Uzair dan Keledainya Dihidupkan

    Hari demi haru telah berlalu, penduduk desa sudah putus asa mencari nabinya. Akhirnya penduduk desa pun mulai melupakan Nabi Uzair seiring berjalannya waktu. Tahun berlalu demi tahun hingga sampailah 100 tahun lamanya.
    Nah, ketika sebada itulah Allah SWT YANG Maha Kuas berkehendak untuk membangkitkan Uzair kembali. Tubuh Uzair yang sudah berupa tanah itu secara perlahan berubah menjadi tulang, dari tulang menjadi daging, dari daging menjadi kulit. Hingga tibalah Nabi Uzair hidup kembali.

    Setelah Nabi Uzair hidup kembali, datanglah Malaikat yang diutus Allah SWT dan bertanya,
    "Sudah berapa lama engkau tinggal di sini?"
    "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari," jawab Nabi Uzair.
    "wahai Nabiyullah...Anda sebenarnya tinggal di sini selama 100 tahun lamanya. Allah SWT mematikanmu, lalu menghidupkan kamu kembali sebagai jawaban atas pertanyaanmu yang merasa heran akan hari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang sudah mati."

    Mendengar penuturan Malaikat tersebut, Nabi Uzair langsung bersujud sambil mengucapkan puja puji syukur kepada Allah SWT.
    Nabi Uzair berkata,
    "Ya Allah...Engkaulah Dzat Yang Maha Perkasa, Engkaulah Dzat Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Engakaulah Tuhan Yang Maha Besar, Ampunilah kami...ampunilah kami..."

    Setelah Nabi Uzair mengucapkan Kebesaran Allah SWT tersebut, kemudian Nabi Uzair disuruh melihat keledai yang telah seabad mati itu. Ajaib..,perlahan-lahan tulang-belulang keledai mulai berkumpul dan dipanggillah tulang belulang itu. Dalam waktu singkat saja, keledai itu telah hidup kembali seperti sedia kala. Si keledai mulai menggerak-gerakkan ekornya sambil menatap Nabi Uzair.

    Nabi Uzair telah menyaksikan sendiri tanda-tanda Kebesaran Allah SWT yang terjadi di depannya.
    Beliau bisa melihat sendiri dengan kedua matanya bagaimana Allah SWT menghidupkan keledai yang telah menjadi tanah dan dibangkitkan.
    Subhanallah...Subhanallah..dan Subhanallah...

    Sumber artikel.
    Surat Al-Baqarah: 59.

    أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّى يُحْيِي هَذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانْظُرْ إِلَى حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Artinya:
    atau Apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.
    Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.

    Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

    Assalamu'alaikum wr.wb. Sahabat yang seiman dan seagama ISLAM...

    Kisah berikut pantas dijadikan teladan saat kita hidup di dunia sahabat.
    Ada seorang pemuda yang meninggal dunia, lalu jenazahnya dimandikan, dikafani hingga dikerumuni banyak sekali malaikat untuk menyaksikan pemakaman pemuda ini. Apa gerangan yang terjadi hingga pemuda ini dikeruti malaikat, hingga Rasulullah SAW pun sangat takjub akan keimanan pemuda ini yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
    Subhanallah...


    Kisahnya.
    Adalah Ts'labah yang merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW ang sangat setia dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
    Suatu ketika karena ketidaksengajaanya melakukan dosa, ia sangat menyesal begitu dalam hingga ketakukannya kepada Allah SWT kan azab yan akan ia terima nantinya.

    Karena ketaktannya tersebut, Tsa'labah sakit hingga meninggal dunia.
    Subhanallah...
    Si pemakaman sahabat Nabi yang setia ini banyak malaikat yang iut menziarahi Tsa'labah.

    Tsa'labah Sakit.
    Setelah sekian lama berjuang bersama nabi, terdengar kabar bahwa Tsa'labah sedang sakit keras.
    Mendengar hal itu sahabat Nabi yang lain bernama Salman menghadap Rasulullah SAW dan berkata,
    "Wahai Rasulullah, msihkah engkau ingat dengan Tsa'labah? Dia sedang sakit keras."
    Rasulullah SAW pun segera datang menemui Tsa'labah.

    Rasulullah SAW meletakkan tangan kanannya di kepala Tsa'labah, kemudian meletakkan kepala Tsa'labah dipangkuannya.
    Akan tetapi apa yang terjadi, Tsa'labah segera saja menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.
    "Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pengkuanku?" tanya Baginda Rasul.
    "Karena aku penuh dengan dosa, tgak layak dipangkau oleh UtusanNya yang mulia ini," jawab Tsa'labah.
    "Apa yang engkau rasakan?" tanya Nabi lagi.
    "Aku seperti dikerubuti semut pada tulang, daging dan kulitku," jawab Tsa'labah.
    "Lalu apa yang engkau inginkan?" tanya Rasul SAW.
    "Ampunan Tuhanku," jawab Tsa'labah.

    Maka turunlah Malaikat Jibril as dan berkata,
    "Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, "Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula."

    Meninggal Dunia.
    Maka segera saja Rasulullah SAW memberitahukan hal tu kepada Tsa'labah. Begitu mendengar berita itu, terpekiklah Tsa'labah dan langsung meninggal dunia.

    Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani dan dishalati.
    Ketika selesai dishalati, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat seakan menghindari sesuatu agar tidak tertabrak.
    Setelah selesai pemakaman, para sahabat bertanya,
    "Wahai Rasulullah, kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat, ada apa gerangan?"

    Rasulullah SAW bersabda,
    "Demi Zat yang mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya, karena aku lihat begitu banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah."

    Apakah Dosa yang Dilakukan Tsa'labah.
    Astaghfirullah...
    Sebenarnya dan ternyata kesalahan yang dilakukannya hanya karena beliau melihat seorang wanita Anshar sedang mandi dalam perjalannya menuju rumahnya. Tsa'labah ini takutnya bukan main, kepada Allah SW dan kepada Rasulullah SAW yang jadi panutannya.
    Karena kejadian itu, Tsa'labah sangat takut sekali hingga lari.

    Subhanallah...
    Assalamu'alaikum sahabatku yang seiman..
    Tahukah kalian bahwa Abu Jahal yang merupakan salah satu paman Rasulullah SAW yang selalu menentangnya ini mati secara mengenaskan dan di dalam kuburnya pun mendapat siksa berupa cambukan dari Malaikat Kubur.

    Abu Jahal mati secara mengenaskan dalam perang Badar Kubro. Dia dibunuh oleh 2 anak muda belia dalam Perang Kubro. Abu Jahal tercabik-cabik oleh pedang kedua anak muda itu dan bersimbah darah. Belum cukup sampai di situ, setelah dikubur, pemuka Quraisy itu mendapatkan siksaan dari malaikat di alam kubur.
    Bagaimana Kisahnya sahabat...

    Malaikat Maut

    Berikut Kisahnya...
    Dalam sejarah Islam telah dicatat, sahabat Abdurrahman bin Auf menceritakan bahwa ketika ia berada di tengah-tengah Perang Badar Kubro, ia melihat dua anak muda yang gagah berani itu.
    Salah satu diantaranya lalu menghampirinya.

    "Paman, tunjukkan kepadaku mana Abu Jahal," katanya dengan lantang.
    "Anakku, apa yang akan kau perbuat dengannya," tanya Abdurrahman.
    "Aku mendengar bahwa ia telah mencela Rasulullah, dan aku pun berjanji kepada Allah seandainya aku melihatnya niscaya aku akan membunuhnya atau aku yang akan mati ditangannya," jawab anak muda itu.

    Kematian Tragis Abu Jahal.
    Abdurrahman pun dibuat kaget dibuatnya, lalu pemuda yang satunya lagi memeluknya dan mengatakan hal yang sama kepada Abdurrahman.
    Seketika itu juga Abdurrahman melihat Abu Jahal berjalan di tengah kerumunan orang.
    "Tidakkah kalian lihat? Itulah orang yang kalian tanyakan tadi," tutur Abdurrahman.

    Kedua pemuda itupun saling berlomba mengayunkan pedangnya kepada Abu Jahal hingga keduanya berhasil membunuhnya. Itulah sekelumit kisah kematian Abu Jahal, dan beberapa lamanya diketahui bahwa Abu Jahal tengah mendapatkan siksa kubur.
    Kisah yang mengesankan itu diceritakan oleh sahabat Ibnu Umar r.a.

    Siksaan Abu Jahal di Alam Kubur.
    Pada suatu hari Ibnu Umar melakukan perjalanan dan melewati daerah bekas Perang Badar Kubro.
    Ketika sedang melintas di daerah tersebut, tiba-tiba dari dalam tanah yang ada di hadapannya keluar sesosok manusia dan meminta sesuatu darinya.
    Orang tersebut berkata,
    "Wahai Abdullah , berilah saya air minum. Saya sangat haus," kata sosok manusia itu beberapa kali.

    Ibnu Umar ra seketika bingung apakah orang tersebut memanggil namanya dengan nama Abdullah (Ibnu Umar atau Abdullah Ibnu Umar), ataukah memanggil nama orang lain.
    Karena kebiasaan orang Arab, memanggil nama orang yang tidak dikenal dengan panggilan Abdullah juga.
    Tak lama kemudian, di dekat orang yang pertama tadi, bangkit juga dari dalam tanah satu sosok dengan membawa sebuah cambuk.

    "Wahai Ibnu Umar, jangan engkau beri orang ini air minum dan jangan dengar ucapannya," katanya (suara malaikat).

    Abu Jahal dicambuk Malaikat.
    Lalu sesosok itu mencambuk orang yang pertama bangkit itu hingga orang tersebut kembali masuk ke dalam tanah. Melihat kejadian itu, Ibnu Umar segera menjumpai Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dialaminya.

    Mendengar cerita Ibnu Umar, Rasulullah SAW balik bertanya,
    "Benarkah apa yang kamu ceritakan itu tadi wahai Abdullah Ibnu Umar?" tanya Rasulullah SAW.
    "Benar ya Rasulallah," jawabnya dengan tegas.

    Maka Rasulullah SAW berkata keada Ibnu Umar bahwa orang pertama yang keluar dari dalam tanah itu adalah Abu Jahal yang mati dalam Perang Badar Kubro.
    Sedangkan sosok kedua yang keluar dari dalam tanah tersebut adalah seorang malaikat kubur.
    Malaikat tersebut menyiksa Abu Jahal karena perbuatan yang dilakukan Abu Jahal semasa hidupnya.

    Begitulah nasib orang-orang yang menentang Utusan Allah SWT, dan Rasulullah SAW pun membenarkan kejadian tereebut sehingga jelaslah memang benar siksaan itu dan benarlah dia memang Abu Jahal.
    Nauzubillah Min Zalik..
    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Kisah teladan islami kali ini dengan kisah jenazah di alam kubur.
    Setelah jenazah dimakamkan, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi, dia akan mendapat nikmat kubur atau siksa kubur. Nah, salah satu yang bisa menyelamatkan siksa kubur ini adalah Surat Al Mulk. Jadi setiap orang yang rajin membaca surat Al Mulk maka dia nantinya akan selamat dari siksa kubur.
    Bagaimana kisahnya, apakah ada yang sudah pernah mengalami. Tentunya berbagai riwayat dan hadits yang mengisahkan.


    Berikut Kisahnya.
    Setiap orang akan mengalami yang namany mati, yaitu berpisahna ruh dari tubuhnya, ia kan berada di alam Barzakh atau alam kubur. Dan alam kubur ini adalah salah satu fase yang harus dialami oleh setiap ruh manusia.

    Adalah Sayid Sabiq dalam kitabnya Al Aqaidul Islamih menyatakan bahwa alam kubur adalah lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya antara alam kubur dan alam dunia adalah sebagaimana berpandingan antara alam dunia sekarang dengan alam kandungan ibu.

    Selama seseorang berada dalam alam kubur, maka ia akan merasakan berbagai macam peristiwa di dalam kuburnya. Mulai dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir hingga pada siksa dan kenikmatan kubur.

    RUMAH FITNAH.
    Syekh Al Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyatakan bahwa kubur dapat berkata kepada si mayit.
    Rasulullah SAW bersabda,
    "Kubur itu berkata kepada si mayit ketika mayat itu dimasukkan ke dalamnya. 'Kasihan engkau wahai anak Adam! Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku? Apakah engkau tidak tahu bahwa aku ini rumah fitnah, rumah gelap, rumah terpencil dan rumah ulat? Apakah yang memperdayakan engkau dengan aku, karena engkau melewati aku dengan sikap fadzdzadz yaitu maju selangkah dan mundur (sikap ragu-rahu)."

    Dari Abdullah bin Ubaid bin Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda bahwasanya mayat itu duduk dan mendengar langkah pengunjungnya. Maka tiada sesuatu yang berkata kepada mayat selain kuburnya yang berbicara,
    "Kasihan engkau wahai anak Adam! Bukankah engkau telah diperingatkan tentang aku, sempitku, huru-haraku dan ulatku? Maka apakah yang kamu persiapkan untukku?"

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut salah satu yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur adalah Surat Al Mulk. Orang yang semasa hidupnya selalu membaca Surat Al Mulk akan selamat dari siksa kubur.

    SABDA Rasulullah SAW.
    Pernah suatu ketika sahabat Rasulullah SAW mendirikan kemahnya di atas kuburan, akan tetapi sahabat tersebut tidak menyadari bahwa ia berda di atas tanah kuburan. Sahabat itu tiba-tiba saja mendengar dari kubur suara manusia yang sedang membaca surat Al Mulk. Suaranya sungguh merdu dan enak didengar hingga suara itu telah mengkhatamlam surat Al Mulk.

    Ketika Rasul SAW datang, sahabat bertanya,
    "Aku telah mendengar seseorang sedang membaca surat Al Mulk dengan jelasnya dari dalam kubur."
    Rasulullah SAW bersabda,
    "Dialah yang menghalangi, dialah yang menyelamatkan, dapat menyelamatkan dari siksa kubur."

    Mengenai fadhilah atau keutamaan dari membaca surat Al Mulk ini, Rasulullah SAW bersabda,
    "Sesungguhnya ada sat surat yang terdiri dari 30 ayat, surat itu dapat membela orang yang selalu membacanya hingga ia diampuni, yaitu Tabarakalladzi biyadihil mulk."

    Surat Al Mulk adalah surat ke-60, terdiri dari 30 ayat dan termasuk dalam golongan surat-surat Makkiyah.
    Ayo sahabat yang seiman, mumpung masih ada waktu segera usahakan membaca surat Al Mulk setiap hari, karena begitu besar khasiatnya di alam kbur nanti.

    Berikut Surat Al Mulk 67: 1-30:

    تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ١
    الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ٢
    الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ٣
    ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ٤
    وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ٥
    وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦
    إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ٧
    تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ٨
    قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ كَبِيرٍ ٩
    وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ١٠
    فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لأصْحَابِ السَّعِيرِ ١١
    إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ١٢
    وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ١٣
    أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ١٤
    هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ١٥
    أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ١٦
    أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ١٧
    وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ١٨
    أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا الرَّحْمَنُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ١٩
    أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلا فِي غُرُورٍ ٢٠
    أَمْ مَنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ٢١
    أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٢٢
    قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ ٢٣
    قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الأرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
    وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٢٥
    قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ ٢٦
    فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ ٢٧
    قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ٢٨
    قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ ٢٩
    قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ ٣٠

    Artinya:
    1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
    2. yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
    3. yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang?
    4. kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah.
    5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
    6. dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
    7. apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
    8. Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
    9. mereka menjawab: "Benar ada", Sesungguhnya telah datang kepada Kami seorang pemberi peringatan, Maka Kami mendustakan(nya) dan Kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
    10. dan mereka berkata: "Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah Kami Termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
    11. mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
    12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
    13. dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala isi hati.
    14. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
    15. Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
    16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,
    17. atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
    18. dan Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka Alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
    19. dan Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu.
    20. atau siapakah Dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah yang Maha Pemurah? orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
    21. atau siapakah Dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
    22. Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
    23. Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.
    24. Katakanlah: "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
    25. dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
    26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. dan Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
    27. ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. dan dikatakan (kepada mereka) Inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
    28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada Kami, (maka Kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
    29. Katakanlah: "Dia-lah Allah yang Maha Penyayang Kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah Kami bertawakkal. kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
    30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; Maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".

    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Sahabat yang seagama dan seiman, ketahuilah bahwa kelak di akhirat, ada sebuah jembatan yang terbentang antara neraka dan surga yang dikenal dengan Jembatan Shirath. Banyak manusia yang tak sanggup melewati jembatan itu hingga mereka terperosok masuk ke dalam neraka. Namun, ada pula segolongan umat yang justru selamat sampai surga hingga dengan mudah karena mengendarai perahu.
    Lalu siapakah mereka itu...

    Sumber kisah adalah Kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan Naar, sebuah karya agung seorang Imam Abdirrhim bin Ahmad Al-Qadhiy.

    Jembatan Shirat

    Kisahnya.
    Disebutkan bahwa Allah SWT telah menciptakan jembatan yang berada di atas neraka, terletak di atas neraka, sebuah jembatan yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini memiliki 7 pos yang setiap posnya memiliki jarak 3000 tahun. 1000 tahun berupa tanjakan yang tinggi, 1000 tahun berupa daratan biasa, dan 1000 tahun berupa lereng yang curam.

    Sedangkan lebar jembatan tersebut lebih kecil dan lebih lembut dari sehelai rambut, lebih tajam daripada pedang dan lebih malam daripada malam yang pekat. Di setiap gardu atau posnya memiliki 7 cabang, dimana setiap cabang bentuknya bagaikan panah yang ujungnya tajam.

    Melihat ganbaran jembatan seperti itu, tak heran banyak orang yang tergelincir masuk neraka. Tapi ada sekelompok umat yang begitu mudahnya melewati jembatan itu bagaikan secepat kilat, namun ada pula yang begitu sulit dan lamban melewatinya.

    Syafaat Rasul.
    Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa sesungguhnya ketika manusia melewati jembatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada di atas kepala, ada yang berada di sebelah kanan atau kiri mereka dan di depan mereka.

    Allah SWT berfirman,

    وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ٧١
    ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا ٧٢

    Artinya:
    71. dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
    72. kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam Keadaan berlutut.

    Sedangkan neraka itu selalu memakan tubuhnya mulai dari kulit sampai daging sehingga orang yang lewat di atas jembatan itu bagaikan arang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dan diselamatkan, diselamatkan di sini dlam arti bahwa diselamatkan oleh Rasulullah SAW.

    Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa nanti pada hari kiamat, datanglah sekelompok umat lalu mereka naik ke atas jembatan itu dan Rasulullah SAW pun menoleh kepada mereka seraya berkata,
    "Siapakah kalian?"
    "Kami adalah umatmu...," jawab mereka.

    Rasulullah SAW bersabda,
    "Apakah kalian telah melaksanakan perintah-perintahku?"
    "Tidak," kata mereka.
    Kemudian Rasulullah SAW pun pergi meninggalkan mereka, hingga terjerumuslah mereka ke dalam neraka Jahnnam.

    Kemudian datang lagi sekelompok umat lain dan Rasulullah SAW bertanya,
    "Apakah kalian berada pada syariat Nabi kalian? Dan adakah kalian berjalan di atas jalan-Nya yang benar?"
    "Ya," kata mereka.
    Maka dapatlah mereka melewati jembatan itu, dan apabila mereka menjawab "tidak", maka terejrumuslah mereka ke dalam api nereka. Bagi mereka yang tergelincir ke dalam nereka, mereka selalu mengharap syafaat Rasulullah SAW.

    Masjid Bisa Menjadi Penolong.
    Inilah yang menjadi topik dalam kisah Islam ini, dimana masjid bisa menolong siapa saja yang selalu aktif menjalankan ibadah di dalam masjid itu.

    Dalam suatu hadits diterangkan bahwa ada suatu kaum yang datang dan berhenti di atas Shirat seraya berkata,
    "Siapakah gerangan yang bakal menyelamatkan kita dari api neraka, padahal kita tidak kuasa melewati jembatan ini."
    Mereka menangis sejadi-jadinya mengharap pertolongan dengan amat sangat.

    Lalu muncullah Malaikat Jibril dan bertanya kepada meraka,
    "Apakah yang menghalangi kalian untuk melewati jembatan Shirat ini?"
    "Kami takut dengan api neraka," jawab umat itu.
    "Apakah ketika di dunia kalian menemui lautan? Bagaimana kalian menyeberanginya?" tanya Malaikat Jibril.
    "Kami mengendari perahu," jawab umat itu.

    Kemudian Malaikat Jibril mendatangkan kepada meraka sebuah masjid dalam bentuk perahu yang mana mereka pernah shalat di dalamnya. Maka duduklah mereka di atas masjid itu, melewati jembatan maut dan dikatakan (Jibril) kepada meraka,
    "Inilah masjid-masjid yang telah kalian pergunakan untuk shalat berjamaah."

    Subhanallah...
    Semoga kita bisa melanggengkan shalat berjamaah di masjid, karena masjid itu bisa menolong kita melewati jembatan Shirat nantinya.

    Riwayat bisa dibaca dalam kitab Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan Naar, sebuah karya agung seorang Imam Abdirrhim bin Ahmad Al-Qadhiy.

    Asslamu'alaikum ..
    Sebenarnya Allah SWT telah memberikan tanda-tanda kalau orang tersebut akan meninggal dunia mulai dari sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 5 hari, 3 hari, 2 hari dan 1 hari menjelang kematian.

    Berikut tanda-tanda orang yang akan meninggal:
    Tanda 100 hari menjelang ajal :
    Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

    Tnada 60 hari : Pusat rasa bergerak-gerak.

    Tanda 40 hari menjelang kematian :
    Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

    Tanda 7 hari menjlang ajal :
    Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

    Tanda 5 hari : Anak lidah bergerak-gerak.

    Tanda 3 hari menjelang ajal :
    Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

    Tanda 2 hari : Seluruh dahi rasa bergerak-gerak.

    Tanda 1 hari sebelum kematian :
    Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya. Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang bagian pusat hingga ke tulang solbi (di bagian belakang badan).


    Berikut saat-saat Malaikat Mencabut Nyawa manusia:

    Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
    "Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

    Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
    "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di surga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalahkarena sangat rindunya pada surga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S."

    Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

    Assalamu'alaikum..
    Berikut ini adalah orang-orang yang bisa dikategorikan mati khusnul khatimah atau mati dalam keadaan baik.

    1. Sempat mengucap dua kalimah syahadat.

    2. Berpeluh didahi.
    Sabda Rasulullah:
    ”Bahwa matinya seseorang mukmin itu dengan keluarnya peluh didahi”,
    Riwayat oleh Ahamd dan Termidzi.

    3. Mati pada malam atau hari Jumaat.
    Sabda Rasulullah:
    "Tidak seorang muslim pun yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur."

    4. Mati di medan perang karena membela agama Allah.

    5. Bagi orang yang mati syahid ada 6 kelebihan:
    - Akan diampuni dengan serta merta dosanya serta diperlihatkan tempat duduknya di surga (kecuali mereka yang masih ada urusan hutang).
    - Diselamatkan dari seksa kubur.
    - Aman dari ketakutan yang teramat besar dan dahsyat.
    - Diperhiasi dengan iman.
    - Dikahwinkan dengan bidadari (semiskin – miskin ialah 49 bidadari).
    - Dapat memberi syafaat kepada 70 orang keluarganya. Riwayat oleh Termizi, Ahamd dan Ibnu Majah.

    6. Mati karena melahirkan anak.

    7. Mati karena taun,
    Sabda Rasulullah, “taun itu satu kematian syahid bagi setiap mukmin”. (Hendaklah ia sabar dan redha menganggungnya). Riwayat oleh Muslim.

    8. Mati akibat sakit perut maka ia mati syahid,
    sabda Rasulullah. Dan barang siapa mati karena sakit perut maka ia mati syahid”.
    Riwayat oleh Muslim.

    9. Mati tengelam dan tertimbus oleh bangunan.

    10. Mati terbakar. Riwayat Tabrani.

    11. Mati dalam nifas. Riwayat At Tabrani.

    12. Mati kerana sakit TB.
    Sabda Rasulullullah, "orang yang mati karena menanggung penyakit kurus kering ia mati syahid."
    Riwayat Tabrani.

    13. Mati akibat luka perang di jalan Allah.
    Sabda Rasulullah :
    "Barangsiapa yang luka karena perang di jalan Allah itu mati, maka berarti ia syahid, atau kena pijak oleh unta atau kudanya atau ia mati ditempat tidurnya (setelah berperang itu) dengan sebab apa – apa pun yang dikehendaki oleh Allah, maka sesungguhnya ia adalah mati syahid dan akan masuk syurga".
    Riwayat Daud.

    14. Mati mempertahankan harta. Riwayat Bokhari.

    15. Mati karena mempertahankan diri.
    Sabda Rasulullah "Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darahnya (dirinya) maka ianya mati syahid."” Riwayat Abu Daud.

    16. Mati dalam bersiap – siap untuk berperang dijalan Allah.

    17. Mati ketika sedang beramal soleh seperti sedang menuntut ilmu(ilmu yang dibolehkan oleh Islam) dimasjid atau sedang berdakwah..

    Dari Abu Laith berkata:
    “Barangsiapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka haruslah ia
    melazimi 4 perkara dan meninggalkan 4 perkara:
    1. Menjaga sembahyang 5 waktu.
    2. Banyak bersedekah.
    3. Banyak membaca Al Quran.
    4. Banyak bertasbih.

    Dan hendaklah ia meninggalkan:
    1. Meninggalkan dusta.
    2. Meninggalkan sifat khianat.
    3. Meninggalkan sifat mengadu – domba.
    4. Mejaga Kencing.
    Kisah Islamiah dengan Kisah Nabi Muhammad SAW.
    Sungguh Rasulullah ini dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, semasa hidup maupun sesudah meninggalnya.
    Terbukti, meski ada orang yang akan menggali makan beliau, namun tetap dilindungi.


    Kisahnya.
    Sumber cerita adalah dari Ali Hafidz yang merupakan sejarawan islam dalam kitabnya Fusul min Tarikhi Al Madinah Al Munawarah. Peristiwanya terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H.
    Secara diam-diam, pemerintah Eropa Kristiani telah menyusun rencana untuk mencuri jenazah Nabi Muhammad SAW.

    Mereka kemudian mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan aksi keji mereka.
    Bertepatan pada musim haji, orang-orang tersenut menyamar sebagai jamaah haji.

    Keduanya ditugaskan untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu, mencari kesempatan yang baik untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan pengintaian, keduanya memberanikan dirinya untuk menyewa sebuah penginapan di dekat makam Nabi Muhammad SAW.

    Mereka membuat lubang dari kamar dalam kamar penginapan tersebut menuju ke makam Rasulullah SAW. Belum sampai pada akhir penggalian, rencana tersebut digagalkan.

    Petunjuk Mimpi.
    Pada suatu hari, Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki yang merupakan penguasa Islam saat itu telah mendapat petunjuk melalui mimpi. Sang Sultan bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW sambil menunjuk dua orang lelaki bermambut pirang dan berjambang.

    "Wahai Mahmud, selamatkanlah jasadku dari maksud jahat kedua orang ini," tutur Rasulullah SAW.

    Sultan Mahmud lantas terbangun dalam keadaan gelisah tiada tara. Ia kemudian melaksanakan shalat malam dan kemudian kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW dengan maksud sama sebanyak tiga kali dalam semalam.

    Pada malam itu juga Sultan melakukan perjalanan dari Damsyik ke kota Madinah. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah ke makam Nabi SAW.

    Pagi harinya Sultan berkoordinasi dengan penguasa Madinah.
    Saat yang tepatpun datang, ketika Menteri jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah untuk menerima sembako.
    Kesempatan itu digunakan Sultan untuk mencermati, mencari orang yang ada di lihatnya dalam mimpi. Namun Sultan tak menemukan orang yang ada dalam mimpinya itu.

    Menteri Jamaluddin bertanya kepada penduduk,
    "Apakah di antara kalian ada yang belum mendapatkan sembako dan hadiah dari Sultan?"
    "Ada dua orang dari Maghribi yang belum mendapatkan jatah, keduanya selalu berjamah di Masjid Nabawi," ujar salah seorang penduduk.



    Dihukum Mati.
    Kemudian Sultan memrintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Alangkah terkejutnya Sultan ini begitu melihat kedua orang tadi, ternyata merekalah yang dilihatnya dalam mimpi.
    Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol. Mesli Sultan mendesak bertanya tentang kegiatan meraka di Madinah, namun mereka tetak mau mengaku.

    Kemudian Sultan bersama menteri dan pengawal pergi menuju ke penginapan dua orang jamaah dari Andalusia itu. Sesampainya di rumah, mereka menemukan sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al Qur'an. Pada saat itulah Allah SWT memberi ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

    Masya Allah...
    Sultan menemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang yang menuju ke makam Nabi SAW. Seketika itu juga Sultan menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya.

    Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus Raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada keesokan harinya mereka berdua dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi Muhammad saw kemudian mayatnya di bakar.
    Kisah Islamiah malam dengan kisah Sakaratul Maut,kisah yang menceritakan tentang dicabutnya roh seorang manusia pecinta Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

    Kisahnya.
    Semasa hidupnya Abu Abdillah adalah seorang yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Apapun yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, dia selalu mentaatinya.
    Subhanallah....
    Ketika meninggal dunia tubuhnya dikafani sendiri oleh Malaikat.

    Sungguh sangat beruntung apa yang dialami oleh Abu Abdillah tersebut.
    Dia manusia yang mati dalam kondisi yang baik atau Khusnul Khatimah.

    Cerita ini bersumber dari Kitab Al Husayn ibn Sa'id Al Ahwani.
    Diceritakan bahwa pada suatu saat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib ra, Malaikat Jibril, Malaikat Mikail dan malaikat Isroil sedang berada di suatu tempat.
    Di hadapan mereka terdapat seorang sahabat Nabi SAW, Abu Abdillah yang tengah sakit keras.

    "Demi Allah, amalmu akan diterima dan dosamu akan diampuni oleh Allah," ujar Rasulullah SAW kepada Abu.

    Pada saat itu Abu tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya terbaring lemah di hadapan mereka. Kemudian Malaikat Jibril mendekati Abu dan berkata kepada Rasulullah SAW,
    "Orang ini mencintaimu, maka sayangilah ia."

    Mencintai Rasulullah SAW.
    Rasul SAW berkata kepada Malaikat Jibril,
    "Wahai Jibril, sesungguhnya orang ini telah mencintai Allah, RasulNya, dan aku juga menyayanginya."

    Begitu mendengar penuturan Rasulullah yang demikian, maka Malaikat Jibril kemudian mendekati Malaikat Maut,
    "Wahai Malaikat maut, orang ini telah mencintai Allah, RasulNya selama hidupnya, maka sayangi dia dan lemah lembutlah terhadapanya."

    Kemudian Malaikat Maut tersebut mendekat ke tubuh Abu yang lemah lunglai dan berbisik kepadanya,
    "Wahai makhluk Allah, apakah kamu telah mendapatkan kebebasanmu, keselamatanmu dan ampunanmu?"
    Terasa aneh, meskipun Abu yang sebelumnya tidak mampu berbicara karena tubuhnya lemah, mendadak saja ia mampu berbicara.
    "Ya," jawab Abu.
    "Apakah engkau berpegangan pada pegangan besar dalam kehidupan di dunia?" tanya Malaikat Maut lagi.
    "Benar," jawab Abu lirih.

    Tubuh berbau Harum.
    "Siapakah mereka," tanya Malaikat Maut.
    "Mereka adalah Nabi Muhammad SAW kekasihku dan Ali bin Abi Thalib," jawab Abu.

    Kemudian Malaikat Maut berkata,
    "Kamu telah berkata dengan benar. Allah SWT telah menganugerahimu keselamatan dari apa yang menakutkanmu dan kamu telah menerima apa yang kamu dambakan. Terimalah berita baik ini bahwa kamu telah bersama dengan para pendahulumu yang lurus."

    Kemudaian Malaikat Maut menarik roh dari Abu dan menurunkan kain kafan serta minyak kasturi dari surga. Tak hanya itu, tubuh Abu dilumuri dengan minyak kasturi dari surga.
    "Tidurlah seperti tidurnya seorang pengantin di ranjangnya. Terimalah berita gembira, kesegaran, keharuman dan kenikmatan dari Allah SWT," ujar Malaikat Maut.
    Kisah Islamiah pada pagi ini tentang sakaratul maut.
    Pada zaman Rasululah SAW, terdapat seorang pejuang gagah berani yang berjuang di jalan Allah SWT.
    Karena ketulusannya dalam membela Islam melalui perang, menjadikan jenazahnya dilindungi oleh sayap Malaikat.


    Kisahnya.
    Tak dapat diketahui secara pasti kelahiran Abdullah bin Amru bin Harram. Abdullah bin Amru ini termasuk golongan 70 orang yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah SAW di Aqobah Kedua. Ia juga dipercaya sebagai salah satu ketua dari 12 ketua yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah.
    Selama hidupnya bersama Rasululah SAW, ia ikut perang Badar dan maju ke medan perang seperti pahlawan yang penuh keberanian.

    Sebelum pergi ke medan perang UHUD pada tahun ke 3 Hijriyah, ia berkata,
    "Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid diantara orang-orang muslim."


    Perang Uhud.
    Diantara peperangan yang diikuti adalah Perang Badar dan Uhud.
    Pada waktu perang Uhud, anaknya yang bernama Jabir bin Abdullah bercerita bahwa pada suatu malam ayahnya memanggil dirinya pada waktu hendak di mulai perang Uhud. Ayahnys berkata,
    "Rasanya sayalah yang akan terbunuh diantara para sahabat dalam perang ini. Semoga saya orang pertama yang mati syahid. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai setelah Rasulullah SAW melainkan dirimu. Saya mempunyai hutang, maka kelak kalau saya wafat bayarlah hutangku dan berilah nasehat kepada saudaramu yang lain."

    Keesokan harinya, umat islam keluar rumah untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. Mereka datang dengan tentara yang tidak sedikit.
    Terjadilah peperangan yang sangat hebat. Namun para pemanah melanggar perintah Rasululah SAW agar tetap berjaga di tempatnya. Rasul ini merupakan seorang pemimpin perang yang sangat-sangat ulung.

    Pada saat pasukan pemanah tidak mematuhi perintah Rasulullah SAW, maka pasukan kafir Quraisy menggempur habis-habisan sehingga umat islam dapat dikalahkan. Di antara pahlawan umat islam yang gugur dalam perang itu adalah Abdullah bin Amru.

    Malaikat Hadir.
    Setelah selesai berperang, umat islam mengumpulkan pasukannya yang telah wafat.

    Jabir pun ikut mencari di mana ayahnya. Setelah itu, akhirnya Jabir menjumpai mayat ayahnya yang sudah tidak bernyawa lagi.
    Dalam perang itu, Abdullah bin Amru gugur sebagai Syuhada. Rasulullah SAW ikut belasungkawa sekaligus bangga terhadap Abu Jabir hingga beliau bertakziah ke keluarga Abdullah bin Amru.

    Pada waktu Rasulullah SAW melihat Jabir dan keluarganya sedang menangis, Rasul bersabda,
    "Kalian menangis atau tidak menangis, para malaikat akan melindunginya dengan saya-sayapnya."

    Subhanallah...
    Pastilah benar dan sungguh benar setiap kata yang diucapkan oleh Rasulullah SAW.
    Setiap kata yang diucapkan tak ada dusta sama sekali, hingga terciptalah judul postingan ini.

    Setelah mendengar penuturan Rasululah SAW itu, keluarga Abdullah bin Amru bertambah pasrah dan ikhlas.
    Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda,
    "Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah SWT berbicara dengan ayahmu secara langsung."

    Makam Baqi'
    Suatu saat Rasul juga pernah menceritakan bahwa ada keinginan yang kuat dari ayahnya Jabir ini untuk berjuang membela agama Allah SWT.
    Abdullah binAmru pernah berdoa,
    "Ya Allah, berikanlah keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku."

    Rasulullah SAW memerintahkan untuk menguburkan jenazah Abdullah bin Amru bin Harram di kuburan Baqi bersama Amru bin Al-Jumuh dalam satu kuburan.
    Sebab keduanya adalah teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah SWT selama hidupnya.
    Setelah memluk agama Islam, mantan pendeta dan juga raja ini meraih kesempurnaan saat nyawa meninggalkan tubuhnya. Malaikat maut mencabut nyawa raja itu ketika ia tengah sujud dalam Shalat.


    Kisahnya.
    Kisah pendeta ini diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbin.
    Dikisahkan, ketika itu ada seorang pendeta Yahudi yang kemudian masuk Islam. Pendeta itu kemudian menjabat sebagai raja yang memiliki pengaruh besar terhadap rakyatnya. Pada suatu hari, raja yang agung tersebut ingin berkuda ke seluruh pelosok kerajaannya.

    Ia ingin menunjukkan kehebatan dan keindahannya kepada seluruh rakyatnya. Rupanya saat itu datang iblis yang membisikkan sesuatu ke telinganya.
    Iblis itu merayu agar raja bersikap sombong dan memandang rendah orang lain. Kemudian raja itu memerintahkan para pejabat, pengawal dan pembesar kerajaan untuk menyiapkan kuda tunggangan agar masyarakat melihat kekuasaannya.

    Dalam sekejap saja, pakaian kebesaran dan kuda terbaik bernama As Sabak telah siap di pintu kerajaan. Kuda As Sabak tersebut terkenal dengan kuda yang kuat dan cepat larinya. Dengan menegakkan dadanya, raja memacu kuda itu di depan pasukan. Dia merasa bangga dan sombong dengan kehebatan dan kekuasaannya.
    "Siapa yang dapat menyamai aku di dunia ini?" ujar raja menyombongkan diri kepada rakyatnya dengan suara lantang.

    Malaikat Maut Datang.
    Raja tak melihat seorang pun yang hebat di hadapannya.
    Namun, tiba-tiba saja dihadapannya muncullah seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping memberi salam,
    "Assalamu'alaikum wahai raja," kata laki-laki itu.

    Raja tidak membalas salam itu, bahkan ia tidak menggubris sama sekali kehadiran laki-laki berpakaian lusuh itu.
    Karena merasa tidak mendapatkan respon, laki-laki itu kemudian memegang tali kuda sang raja.
    "Lepaskan tanganmu dari tali kuda ini. Engkau tidak tahukah tali kuda siapa yang engkau pegang ini?" kata sang raja dengan angkuhnya.
    "Aku mempunyai keperluan denganmu," ujar laki-laki itu.



    "Baiklah, sabarlah, tunggu aku turun dari kuda dulu," jawab sang raja.
    Namun, sebelum raja itu turun, laki-laki itu kembali mencegahnya.
    "Keperluanku adalah saat ini juga, bukan saat engkau turun dari kudamu," kata laki-laki misterius itu.
    "Baiklah, katakan apa keperluanmu," ucap raja.

    Laki-laki misterius itu kemudian membisikkan sesuatu ke telinga sang raja.
    "Aku adalah Malaikat Maut. Aku hendak mencabut nyawamu," ucap laki-laki yang ternyata dalah malaikat maut itu.

    Diambil Nyawa Saat Sujud.
    Begitu mendengar bisikan itu, raja menjadi cemas dan tegang seketika. Ia meminta kepada Malaikat Maut untuk menangguhkan pencabutan nyawanya sampai ia pulang untuk berpamitan dengan istri dan anak-anaknya.
    "TIdak, engkau tidak akan melihat mereka lagi untuk selamanya karena jatah umurmu sudah habis sekarang juga," ujar Malaikat Maut lagi.

    Raja yang sombong itu kemudian bertobat di tempat, meyesali kesombongan yang telah dia lakukan.
    Sungguh sangat beruntung, tobat sang raja ini akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT, hingga akhirnya Malaikat Maut bertanya,
    "Cara seperti apa yang engkau sukai ketika aku mencabut nyawamu? Aku diperintahkan mencabut nyawamu dengan cara yang engkau pilih dan engkau inginkan," kata Malaikat Maut.

    "Izinkanlah aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Ketika aku sujud, maka cabutlah nyawaku," ujar raja yang baru memeluk agama islam itu.
    Maka Malaikat memberikan kesempatan kepada raja untuk berwudhu dan melaksanakan shalat. Ketika tengah sujud, Malaikat Maut mencabut nyawa raja yang juga mantan pendeta yang baru saja masuk islam itu.
    Kemudian malaikat Maut membawa ruhnya kepada Rahmat Allah SWT.
    Kisah Islamiah hadir kembali.
    Adalah Raja Al Hakim Al Fathimy yang merupakan sosok pemimpin yang sombong dan mengaku Tuhan layaknya Fir'aun. Bhakan ia telah berani mengubah kalimat basmalah. Nauzubillah...ia pun kahirnya mati mengenaskan hanya karena dikerubuti lalat.







    Kisahnya.
    Pada suatu mas, ada seorang penguasa dinasti Fathimiyyah bernama Al Hakim Al Fathimy membangun sebuah masjid jami' di kota Kairo. Namun pada masa akhir kekuasaannya, ia berubah menjadi seorang penguasa yang berfikiran menyimpang, sombong dan murtad. Ia congkak hingga mengaku dirinya sebagai tuhan dan menganjurkan rakyatnya untuk menyembahnya. Rupanya raja itu silau dengan kemajuan kerajaan yang dia pimpin.

    Rakyat Diancam.
    Karena begitu congkaknya, Raja Al Hakim bernai sekali mengubah kalimat Basmalah.
    Kalimat Bismillahirrahmanirrahim digantinya dengan Bismilhakim arrahmanirrahim.
    Ia pun bahkan mengumpulkan rakyatnmya untuk mengimani hal itu. Astaghfirullah...

    "Wahai rakyatku, mulai saat ini siapa saja yang beriman kepadaku, maka akan aku beri hadiah," demikian sambutannya di hadapan rakyat.
    "Sebaliknya, siapa saja yang tidak melakukannya, maka hukuman akan menanti kalian," imbuh dari raja congkak itu.
    Nauzubillah min zalik.

    Semua rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. Di antara mereka terpaksa beribadah kepada Allah SWT, Sang Pencipta Alam secara sembunyi-sembunyi karena takut akan ancaman itu. Nmaun, tidak sedikit pula dari rakyat yang ikut mengimani Raja Al Hakim sebagai tuhan.

    Hingga tibalah waktunya, dimana musim panas meliputi wilayah kerajaan tersebut. Pada saat itulah, Allah Azza Wa Jalla menunjukkan bahwa Dia-lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, melalui makhluk ciptaan-Nya yang lemah bernama lalat. Allah SWT menunjukkan bahwa hanya Dia satu-satunya yang berhak diyakini sebagai Tuhan Yang Maha Esa, bukan dirimu wahai Al Hakim.

    Tiba-tiba saja begitu banyak lalat yang mengerubuti raja AL Hakim. Seluruh pengawal dan pelayannya berusaha sekuat tenaga dan dengan segala upaya mengusir lalat-lalat itu dari tubuh Al Hakim, namun semua tak berguna.
    Al Hakim yang mengaku tuhan itu tak mampu berbuat apa-apa. Kesombongan dan kecongkakannya tak terdengar lagi. Ia lari tunggang langgang untuk menghindari hewan lemah seperti lalat itu.

    Mati Mengenaskan.
    Pada saat yang mengkhawatirkan itu, ada seorang qari' yang membaca ayat suci Al Qur'an dengan suara yang keras dan indah untuk didengar.
    Ayat Al Qur'an yang dibacanya tersebut adalah surat Al Hajj ayat 73.

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

    Artinya:
    "Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah."
    (QS.Al Hajj: 73).

    Qari' itu melanjutkan lagi bacaannya dengan ayat berikutnya,

    مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

    Artinya:
    mereka tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa.
    (QS. Al Hajj: 74).

    Ayat-ayat yang dibacakan oleh hamba Allah tersebut kontan saja membuat para pengikut dan rakyat raja Al Hakim tersentak kaget. Keyakinan mereka menjadi goyah. Ayat-ayat itu seolah-olah sengaja diturunkan untuk mendustakan dan membantah pengakuan raja Al Hakim selama ini.

    Kerumunan lalat itu telah menyadarkan orang banyak akan kebodohan mereka dengan mengikuti seruan Al Hakim. Lalat-lalat itu benar-benar telah menjadi tentara-tentara Allah SWT. Tidak menyakiti memang, namun serbuan lalat-lalat itu bisa menggoyahkan kekuasaan sang penguasa.
    Raja Al Hakim akhirnya jatuh tersungkur dari singgasananya. Raja sombong itu akhirnya lari dan mati mengenaskan dalam pelariannya.

    Sumber:
    Kitab Tsamarat Al Auraq oleh Ibn Hujjat Al Hamawy.





    Kematian memang menjadi rahasia Allah SWT. Jika disuruh memilih, semua orang pasti memilih mati dalam kondisi Khusnul Khatimah, akhir yang baik.
    Seperti yang dialami oleh sahabat Amir bin Abdillah bin Zubair, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada saat menjadi makmum shalat.

    Kisahnya.
    Dalam kitab Taarikh Al-Islaam disebutkan bahwa Mush'ab bin Abdillah bercerita tentang Amir bin Abdillah bin Zubair, yang merupakan pemuda yang ahli ibadah. Betapa tidak, setiap kali terdengar kumandang azan, dirinya langsung meninggalkan semua pekerjaan saat itu dan bergegas menuju masjid untuk menunaikan ibadah shalat berjamaah.

    Bahkan, dalam kondisi sakit parah sekalipun, dirinya masih istikhamah untuk menjalankan shalat secara berjamaah di masjid terdekat. Amir lebih senang menunaikan shalat secara berjamaah dibandingkan harus menjalankannya seorang diri di rumah karena nilai pahalanya lebih sedikit bila di rumah.

    Terserang Penyakit.
    Sungguh sikapnya ini patut dijadikan teladan bagi setiap pemuda yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Seperti halnya pemuda lain di tempat tinggalnya, Amir pun juga seorang pemuda yang mempunyai cita-cita untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
    Oleh karena itu, selain belajar, dirinya pun mendapat pelajaran banyak dari cara berdagang yang dilakukan oleh orang tuanya.

    Hanya saja, perjalanan kehidupan Amir tak sebahagia yang dibayangkan.
    Dalam usia yang masih cukup muda, dirinya sudah terserang suatu penyakit yang cukup aneh. Bahkan penyakit itu membuatnya tak mampu menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Amir pun tergolek lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya.

    Namun demikian, semangat ibadah Amir pantas diacungi jempol dan patutu dicontoh.
    Dalam kondisi sedang sakit yang sangat parah, ia yang mendengar muazin mengumandangkan azan utnuk shalat maghrib langsung meminta untuk dibawa ke masjid.
    "Pegang tanganku dan antarkan aku menuju masjid," ujar Amir kepada sahabatnya.
    "Wahai Amir, engkau dalam kondisi sakit, shalatlah di rumah saja," kata sahabatnya.
    "Aku mendengar muazin mengumandangkan azan, sedangkan aku tidak menjawab panggilan-Nya? pegang tanganku dan antarkan aku ke masjid," tutur Amir.

    Shalat Maghrib Berjamaah.
    "Allah SWT pasti tahu akan keadaanmu saat ini dan memakluminya, shalatlah di rumah saja sehingga engkau tak perlu berjalan jauh ke masjid," kata sahabatnya lagi.

    Namun Amir bersikeras meminta diantarkan ke masjid. Maka sahabatnya pun memapahnya ke masjid, kemudian Amir shalat maghrib bersama imam secara berjamaah.
    Tak lama berselang, setelah satu rakaat, Amir menghembuskan nafas terakhirnya lalu meninggal dunia dalam keadaan suci.

    Seusai shalat, para jamaah saling berebut untuk memuliakan jenazah Amir. Mereka sungguh sangat mengagumi keistikhamahan Amir untuk melakukan shalat berjamaah meskipun dalam kondisi sakit sekalipun.

    Amir merupakan seorang alim dan senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin. Bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa shalat berjamaah.
    Subhanallah...
    Kisah yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Dulu mungkin kita sering mendengar cerita ini melalui media radio yang diceritakan oleh Da'i Sejuta Umat, Ustad kondang, Almarhum KH Zainuddin MZ.
    Sungguh luar biasa, jenazah bisa mengaji.
    Itulah yang terjadi pada kematian Sa'id bin Jubair. Setelah dia divonis mati oleh penguasa zalim dan kepalanya dipenggal, dengan izin Allah SWT mulutnya tetap bisa mengaji, menyebut Asma Allah.


    Kisahnya.
    Dalam kitab At-Tahrim disebutkan bahwa pada masa pemerintahan Bani Umayyah ada seorang wakil gubernur yang zalim bernama Hajjaj bin Yusuf. Selama berkuasa, Hajjaj justru menghukum orang yang membela kebenaran, bahkan ia telah memfitnah seorang ulama bernama Sa'id bin Jubair sebagai pemberontak. Akhirnya ia menyuruh pengawalnya untuk menangkap Sa'id.

    Setelah beberapa hari dalam pencarian, akhirnya Sa'id dapat ditemukan dan dibawa ke Baghdad untuk dihadapkan kepada penguasa yang lalim itu. Setibanya di istana, terjadi dialog antara Sa'id bin Jubair dan Hajjaj bin Yusuf.

    "Siapa nama Anda?" tanya Hajjaj.
    "Sa'id bin Jubair (yang bahagia anak orang yang teguh)," jawab Sa'id.
    "Tidak, nama yang layak untukmu adalah Syaqiy bin Kusair (Si celaka anak si pecah)," hardik wakil gubernur zalim itu.

    "Wahai penguasa, yang memberi nama adalah orang tua, Anda tidak berhak mengubahnya," protes Sa'id.
    "Kalau begitu, celakalah kamu dan ibu bapakmu yang memberi nama seperti itu, kamu semua pengkhianat dan wajib dihukum pancung," kata Hajjaj yang mulai terpancing emosi.

    "Saya bukan pengkhianat, Anda tidak dapat mencela seperti itu, hanya Allah Yang Maha Kuasa," ujar Sa'id.
    "Diam..!! jangan banyak bicara, sekarang ini juga aku akan mengirimmu ke neraka," bentak Hajjaj dengan marah.
    "Jika saya tahu bahwa Anda berkuasa menentukan tempatku di akhirat, maka tentu sejak dari dulu saya menyembah Anda," tegas Sa'id.

    Penguasa Zalim.
    Pernyataan Sa'id membuat Hajjaj makin geram. Lalu Hajjaj menyuruh salah seorang prajuritnya supaya mengeluarkan permata dan mutiara untuk diletakkan di hadapan Sa'id.
    "Apakah kamu sudi meminta ampunanku dan menerima permata itu?" kata Hajjaj.
    "Tidak, saya hanya mau meminta ampunan kepada Allah, tidak kepada Anda, harta itu tidak dapat menyelamatkan diri Anda dari dahsyatnya hari kiamat," kata Sa'id.

    Karena kesal tidak dapat membujuk Sa'id, akhirnya Hajjaj memanggil beberapa pengawal. Hajjaj menyuruh untuk membawa dan membunuh Sa'id. Para pengawal dengan sigap memenuhi titah Hajjaj. Namun ketika mendekati pintu, Sa'id tersenyum. Seorang pengawal memberitahukan hal itu kepada Hajjaj.
    "Mengapa kamu tersenyum?" tanya Hajjaj."
    "Saya tersenyum karena heran melihat Anda yang berani melawan Allah," ujar Sa'id.

    Selanjutnya para prajurit sibuk meyiapkan pedang, hamparan kulit kerbau yang biasa digunakan untuk menampung darah dan bangkai orang yang dihukum pancung di hadapan khalayak ramai.
    Sa'id dipegang kuat-kuat, namun ia tidak melawan, malahan dengan tenang ia hadapkan wajahnya ke langit, sedangkan bibirnya tidak henti-hentinya meyebut Asma Allah.

    Melihat demikian, Hajjaj semakin geram.
    "Tundukkan dan tekan kepalanya," katanya.


    Mati Khusnul Khatimah.
    Sa'id tidak peduli lagi dengan ocehan Hajjaj. Ketika ia memalingkan wajahnya ke kiblat, Hajjaj menyuruh para pengawal untuk memutar wajahnya sehingga membelakangi kiblat.
    Kendati demikian, ia masih saja membaca ayat Al Qur'an,

    وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya,
    "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah[1]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui."

    Makna [1].
    Disitulah wajah Allah, maksudnya kekuasaan Allah meliputi seluruh alam, sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
    (QS. Al Baqarah: 115).

    "Cepat potong lehernya," teriak Hajjaj.
    Pedang itupun dengan cepat memotong lehernya, dan Sa'id meninggal dunia setelah mengucap dua kalimat syahadat.
    Namun ada sebuah kejadian aneh tatkala kepala Sa'id terpisah dari badannya. Semua yang hadir tercengang karena menyaksikan kepala Sa'id yang terpisah dari badannya tersebut masih sempat menyebut Asma Allah dengan senyuman yang mengejek dunia.
    سبحا ن الله

    Beberapa hari kemudian, Hajjaj semakin tersiksa batinnya dan mengalami penyakit gila. Dan tak lama kemudian pula, Hajjaj pun mati.
    Sungguh di luar dugaan, seorang murid paling alim ini ternyata ahli maksiat. Dalam kondisi sakaratul maut, dirinya pun menolak dibacakan Yasin bahkan syahadat, sehingga membuatnya meninggal dalam keadaan Su'ul Khatimah.

    Kisahnya.
    Fadhil bin 'Iyadh adalah salah seorang tokoh syeikh tarekat, ia mempunyai seorang murid kesayangan. Muridnya tersebut tergolong salah satu murid yang paling alim di antara murid-murid lainnya. Dalam kesahariannya, murid Fadhil tersebut sangat santun dalam bertutur kata dan sopan dalam menjaga sikapnya.
    Oleh karena itu, dirinya pun mengajarkan semua yang diketahui olehnya kepada sang murid dengan harapan muridnya kelak mampu menurunkan ilmu yang dimilikinya.

    Sakit Keras.
    Namun semua itu tak disangka oleh sang guru ketika dalam usia yang masih cukup muda muridnya terserang suatu penyakit yang cukup ganas. Bahkan oleh dokter yang memeriksa kala itu, si murid divonis tak akan bisa sembuh dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

    Dalam kondisi yang serba kebingungan tersebut, si murid lantas diberi saran oleh sang dokter. Bahwa jika dirinya ingin sembuh dari penyakit ganas tersebut, maka hendaklah minum khamr.
    "Berarti saya harus meminum minuman yang memabukkan itu?" tanya si murid.
    "Hanya itu yang bisa menyembuhkan penyakitmu," jawab sang dokter.

    Tanpa diketahui oelh sang guru, si murid pun mulai meminum khamr demi kesembuhan penyakit yang dideritanya. Akibat perbuatannya tersebut, dirinya lantas ketagihan dan mulai mabuk-mabukan setiap harinya.
    Kini, si murid pun juga mulai berani menghasut teman-temannya. Bahkan dirinya juga sampai berani mengadu domba hingga menyebabkan permusuhan diantara para teman-temannya. Hanya saja dirinya mampu menutupi semua perbuatannya itu di depan gurunya sehingga dirinya masih mendapatkan citra yang positif di mata gurunya.

    Berbuat Dosa.
    Tahun berganti tahun, penyakit yang diderita oleh si murid pun semakin parah sehingga dirinya mengalami sakaratul maut. Menjelang kematiannya, sang guru pun datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya.
    Ketika sang guru hendak membacakan surat Yasin, tiba-tiba si murid berkata,
    "Wahai guruku, jangan bacakan surat ini."

    Sang guru terdiam, lalu dirinya m,embimbing murid yang dicintainya itu agar membaca لا اله الله. Sekali lagi sang murid juga menolak dan berkata,
    "Aku tidak mau membacanya, karena aku tidak menyukainya."
    Akhirnya sang murid menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sang guru merasa heran menyaksikan keadaan murid kesayangannya.

    Kemudian sang guru pulang dan masuk ke kamarnya, ia berdiam diri di kamarnya, lalu ia bermimpi bahwa muridnya dicampakkan ke neraka Jahannam. Dalam mimpinya ia bertanya kepada muridnya,
    "Mengapa Allah mencabut makrifat darimu, padahal kamu termasuk muridku yang paling alim?"
    "Allah mencabut makrifatku karena 3 hal:
    Pertama, karena namimah (mengadu domba).
    Kedua karena hasut, aku dengki kepada sahabat-sahabatku, 
    dan yang ketiga, demi kesembuhan penyakitku, aku ikuti nasehat dokter dengan meminum khamr. Itulah tiga hal yang menyebabkan aku Su'ul Khatimah, mengakhiri hidup dengan keburukan," jawab sang murid dalam mimpi gurunya.
    Meskipun bersuamikan Fir'aun, Asiyah binti Muzahim tak terpengaruh dengan tabiat buruk suaminya yang mengaku sebagai Tuhan. Ia justru beriman kepada Allah SWT dan rela mati di tangan suaminya sendiri demi keyakinannya itu.
    عسيه
    Cuplikan Kisahnya.
    Kisah keimanan Asiyah binti Muzahim ini diabadikan dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman,

    وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا لِلَّذِينَ آمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Artinya:
    "Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim."
    (QS. At-Tahrim: 11).

    Asiyah binti Muzahim termasuk sedikit diantara manusia yang namanya terukir dalam Al Qur'an. Tidak hanya itu, ia pun juga termasuk satu diantara empat wanita terbaik di alam semesta, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
    "Sebaik-baik wanita di semesta alam ada empat, yaitu Asiyah istri Fir'aun, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad."
    (HR. Bukhari dan Tirmidzi).

    Bayi Musa.
    Peristiwa mengenai perjuangan Asiyah binti Muzahim yang menemukan bayi Musa di sungai. Atas persetujuan Fir'aun, lantas Musa diangkat sebagai anak angkat di kerajaan itu. Asiyah sendiri pada waktu itu belum dikarunia seorang anak pun sehingga besar keinginan untuk mengadopsi Musa. Padahal kala itu Fir'aun telah memutuskan percaya anjuran para ahli nujum istananya untuk membunuh semua bayi yang terlahir berjenis kelamin laki-laki. Konon menurut ahli nujum, kekuasaan Fir'aun akan jatuh oleh seorang laki-laki yang lahir di zaman itu.

    وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)

    Artinya:
    dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.
    (QS. Al Qashas: 9).

    Bujukan Asiyah untuk menggagalkan pembunuhan bayi Musa itu pun membawa hasil. Fir'aun mengabulkan permintaan istrinya. Sejak saat itu hiduplah bayi Musa dalam lingkungan istana Fir'aun dan dibawah asuhan Asiyah binti Muzahim.
    Asiyah memang belum dikarunia putra, sehingga kehadiran Musa memiliki arti penting baginya. Kerinduan seorang wanita yang ingin menimang bayi telah terobati.

    Singkat cerita, ketika bayi Musa tersebut telah tumbuh dewasa dan semua orang berbondong-bondong menyatakan pengakuan terhadap Fir'aun, Asiyah malah sebaliknya. Ia terang-terangan menolak Fir'aun sebagai Tuhan. Betapa pun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami, ia tidak bisa menerima pengakuan itu. Ia tetap memegang teguh keyakinannya bahwa Tuhan yang patut disembah adalah Allah SWT.

    Asiyah Relakan Nyawa.
    Sikapnya itu membuat Fir'aun marah. Asiyah terus-menerus mendapat tekanan agar meninggalkan keyakinannya itu. Tetapi usaha itu sia-sia.
    Meskipun hidup di bawah tekanan dan ancaman, ia tak takut sedikit pun untuk mempertahankan keyakinannya. Ia sabar menghadapi perilaku buruk suaminya dan hanya pasrah kepada Allah.

    Asiyah tetap teguh mengikuti ajaran Musa a.s walaupun nayawa sebagai taruhannya. Ketika Fir'aun masuk ke dalam kamarnya setelah membakar keluarga Masyitoh, Fir'aun berkata,"Kuharap kamu telah menyaksikan apa yang terjadi atas perempuan yang ingkar kepada tuhannya yang agung, Fir'aun."
    Dengan cepat Asiyah menyela,"Celaka engkau, hai Fir'aun dengan azab Allah."

    Seketika perkataannya itu telah membuat Fir'aun marah besar. Fir'aun segera memerintahkan para pengawal untuk mengikatnya di empat tiang kebun istana, kemudian para pengawal mengambil cambuk dan menderakan ke tubuh Asiyah.
    Sementara Fir'aun memerintahkan untuk memperkeras siksaan itu. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Asiyah selain munajat kepada Allah SWT.

    Akhirnya Asiyah binti Muzahim rela kehilangan nyawa di tangan suaminya sendiri demi mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT.
    Subhanallah.